Kalian Dory, Si Ikan Pelupa?

Siapa yang tidak ingat dengan Dory, seekor ikan yang diceritakan dalam sebuah film yang menarik banyak perhatian dari setiap kalangan. Diceritakan dalam filmnya yang berjudul Finding Dory, bahwa Dory sering lupa terhadap apa yang baru dilihat ataupun diingatnya atau yang disebut sebagai Short-term Memory Loss Syndrome (SMS). Tunggu, kita tidak akan membahas ikan, bukan? Bukan ikan dan juga bukan SMS yang kita bahas. Melainkan “Lupa”, bukan lupa mau bahas apa, tetapi “Forgetfulness” (sama aja, ya) mungkin sebagian besar dari kita sering menjumpai ataupun mengalami sendiri bagaimana rasanya lupa. Tentu tidak enak, bukan? Sebenarnya kalian tau gak, sih, lupa itu disebabkan karena apa? Apalagi kita masih muda, nih, dah pikunan.

Coba kita hubungkan dengan zaman kita sekarang. Di zaman milenial ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Apalagi dengan adanya ponsel pintar super duper canggih yang memudahkan setiap orang dalam melakukan aktivitasnya. Sayangnya, ponsel ini ternyata yang menyebabkan pikunan. Kok bisa, sih? Pasti kalian bertanya-tanya (kalo enggak, yaudah).

Sebelum itu, mari kita amati pada penggunaan ponsel yang mengalami peningkatan yang signifikan di kalangan anak-anak hingga remaja. Di usia muda itu merupakan masa pertumbuhan dengan sel-sel tubuh yang membelah dengan cepat. Tentu saja, sebagian besar kalangan telah mengetahui bahwa penggunaan ponsel atau yang kita sebut sebagai smartphone ini, memiliki radiasi yang berdampak secara tidak langsung terhadap para pengguna. Apalagi jika para pengguna yang masih belum bijak dalam penggunaanya. Karena pertumbuhan sel yang cepat pada usia muda ini, tentu saja berbanding lurus terhadap penyebaran radiasi elektromagnetik (EM) dalam tubuh.

Radio Frequency Radiations (RFR) yang merupakan radiasi yang dikeluarkan oleh ponsel  akan diserap oleh kulit. Sedangkan, anak-anak memiliki kulit yang lebih tipis dan kurang keratin daripada orang dewasa. Sehingga penyerapan radiasi dominan anak-anak melalui kulit, terutama pada kulit kepala. Radiasi ini termasuk radiasi non-pengion yang memiliki energi foton lemah untuk memutus ikatan atom dan juga memiliki dua bahaya potensial, yaitu listrik dan biologis.

Arus listrik yang dihasilkan dapat menimbulkan percikan api dan kemudian dapat menyalakan bahan atau gas yang mudah terbakar, kemungkinan mengarah pada ledakan. Biasanya hal ini yang menyebabkan efek panas. Pada tahun 2017, telah terjadi ledakan yang diakibatkan karena meletakkan HP di jok motor.

Kemudian, untuk bahaya biologisnya dapat menyebabkan pemanasan dielektrik. Jika Radiasi EM diserap oleh tubuh akan menyebabkan perubahan aktivitas fungsional sel seperti pada saraf ataupun otot yang akan menimbulkan beberapa penyakit. Meskipun, belum dihasilkan kesimpulan secara pasti bahwa pemakaian ponsel dapat menurunkan fungsi memori, tetapi sudah banyak dilakukan penelitian yang mengevaluasi penggunaan ponsel terhadap dampak kesehatan.

Telah dilakukan sebuah penelitian India dengan sampel usia 10-29 tahun yang mengevaluasi tingkat penggunaan ponsel serta kemungkinan dampak kesehatan yang disebabkan nantinya. Mungkin sebagian dari kita sering menjumpai keluhan “lupa” pada usia ini. Tentu saja, “lupa” ini merupakan salah satu dari sekian banyak dampak kesehatan pada penggunaan ponsel. Insiden keseluruhan gejala “lupa” adalah 23,59%, 25%, dan 37,5% dengan masing-masing pada kecenderungan pemakaian rendah, sedang, dan berat.

Penelitian dengan hasil yang sejalan juga telah dilakukan oleh medical student of Saudi Arabia dan didapati sebanyak 34,27% dan 40,56% yang masing-masing memiliki keluhan terhadap tingkat konsentrasi dan gangguan memori. Meskipun pada epidemiological, celluler, animal studies belum mendapatkan kesimpulan yang pasti juga.

Berdasarkan Ministry of Telecommunications current guidelines bahwa gelombang EM yang dilepaskan dapat membahayakan jaringan otak di antara pengguna yang menyimpan telepon seluler sangat dekat dengan telinga. Penelitian ini juga menunjukkan bahwasanya masih diperlukan sebuah penelitian dengan responden bebas dan pemahaman keluhan yang dirasakan terhadap hipersensivitas EM diantara pengguna ponsel.

Berkaitan dengan teknologi ponsel, terdapat analisis bahwa efek radiasi teknologi GSM lebih tinggi pada aktivitas otak daripada CDMA. Sebagai pengguna kita hanya perlu berdoa, jika bisa menciptakan suatu perkembangan terhadap teknologi yang ada. Karena setiap teknologi memiliki bahaya tertentu, dan hanya dengan mengembangkannya menjadi lebih baik akan menciptakan teknologi yang baru setiap saat.

Dari paparan di atas, dapat kita ketahui pemakaian ponsel memang memiliki dampak terhadap kesehatan. Meskipun, belum memiliki kesimpulan yang pasti, apakah hal tersebut menurunkan memori seseorang atau tidak? Tetapi, sudah banyak penelitian, dan sebagian besar pengguna menyatakan tingkat keluhan “lupa” berbanding lurus terhadap durasi pemakaiannya.

Kita semua pastinya sudah mengetahui efek dari pemakaian ponsel yang berlebihan. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan? Faktanya, jika ingin tidak pelupa, dominan baca daripada bermain mobile legend—permainan smartphone yang sedang ramai dibicarakan. Sayangnya, mengapa bicara dan teori lebih mudah daripada praktek?

Mario Teguh (2011) menyatakan bahwa “Praktik itu dibuat lebih sulit oleh Tuhan, untuk menguji kesungguhan orang yang sudah menggebu-gebu mengumumkan dirinya akan sukses, tapi malas, peragu yang kuatiran dan ahli menunda. Bicara itu gampang tapi praktik itu susah, MEMANG harus begitu.”

Referensi:

Bhargavi, K., Balanchandrudu, K.E., Nageswar, P. 2013. Mobile Phone Radiation Effects on Human Health. International Journal of Computational Engineering Research, 3(4): 196-203.

Ghozali, K.I. 2017. Viral! Motor Terbakar Karena Taruh HP di Bagasi Motor?. https://oto.detik.com/motor/d-3758895/viral-motor-terbakar-karena-taruh-hp-di-bagasi-motor

Mishra, A.,Tiwari, N.K. 2014. Green Communication: An Effective Approach to Minimize Risk of Forgetfulness from Mobile Phone Usage. E-Health Telecommunication Systems and Networks, 3:1-7.

1 thought on “Kalian Dory, Si Ikan Pelupa?”

Leave a Reply to Turtle Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *